Cari Blog Ini

Senin, 27 Mei 2024

3 Kuliner Khas Cilacap yang Jarang Diketahui Netizen

udang
Ilustrasi Masakan Udang (Pixabay)

 

Oleh: Gita FU

Cilacap, kopidarigita.com-- Suatu  makanan bisa  disebut sebagai kuliner khas suatu daerah  jika mengandung keunikan yang menjadi ciri daerah tersebut. Demikian pula kuliner khas Cilacap, pasti memiliki unsur kekayaan sumber daya alam maupun budaya masyarakatnya.

Nah, kali ini saya ingin mengajak kalian yang mungkin akan berkunjung ke Cilacap dalam waktu dekat, untuk mengenal 3 kuliner khasnya. Eits, jangan salah. Tiga kuliner ini jarang diketahui oleh netizen, lho! Apa sajakah itu? Ini dia daftarnya:

Baca juga: Mengulik Keunikan Cilacap

1. Kaok-kaok

 

kaok-kaok
Semangkok Kaok-kaok. (Dokpri/GFU)

Sekilas namanya pasti mengingatkan kalian pada onomatope suara ayam, padahal tidak ada hubungannya sama sekali. Makanan ini berbahan dasar ‘kodol’  alias jeroan ikan laut  yang berukuran besar. Bisa jadi penamaan 'Kaok-kaok' itu semacam plesetan ala wong Cilacap, ya?

Cara memasaknya cukup simple. Kaok-kaok  tersebut dipotong-potong, dibelah, dicuci, lalu direbus sampai lunak, angkat, tiriskan. Kemudian haluskan  bawang merah, bawang putih, kemiri, merica, jahe, kunir, serai, dan cabe merah jika kalian suka pedas. Setelah itu tumis bumbu halus dengan minyak sedang, beri garam, gula, dan penyedap rasa seperlunya. Selanjutnya masukkan kaok-kaok, tambahkan air, masak hingga bumbu meresap.

Cita rasa kaok-kaok ini mirip daging babat, Sobat. Cocok  sekali menjadi kawan nasi hangat. Sayangnya, kaok-kaok hanya dijual di warung rames kaki lima. Misalnya di lapak rames depan Lapangan Karang Suci, Donan, Cilacap Tengah, yang buka mulai jam 5 sore hingga malam. Mungkin penyebabnya adalah keterbatasan bahan baku utamanya.


 2. Pelas

pelas tahu
Pelas Tahu. (Dokpri/GFU)

Makanan ini sekilas seperti botok. Bahan dasarnya adalah parutan kelapa ‘kemelas’, atau kelapa yang tanggung (muda tidak, tua juga belum). Parutan kelapa itu dicampur bumbu urap, dan bahan lainnya sesuai selera. Ada yang mencampurkannya dengan ikan teri, biji kemlandingan (lamtoro Jawa),  udang, tahu.

Kemudian Pelas  dibungkus daun pisang, lalu dikukus atau dipanggang. Setelah matang Pelas disajikan sebagai lauk berteman nasi hangat. Rasanya gurih, dan manis. Makanan ini biasanya dijajakan di warung kaki lima, atau diiderkan oleh penjaja makanan matang, bahkan belakangan ada yang menjual secara online. Harganya cukup murah, Sob. sekira 2 ribu saja.

 

3. Stik Sukun

Jajanan Mamake
Produk UMKM Stik Sukun MakPingah (Dokpri/GFU)

Sukun atau buah roti paling enak dipotong kecil-kecil menyerupai batang korek api, lalu digoreng dalam minyak panas. Rasanya yang gurih alami benar-benar bikin mulut ketagihan mengunyah, lho! Dan ternyata panganan stik sukun ini merupakan kuliner khas Cilacap, Sob.

Nah, di Cilacap ada satu UMKM yang fokus memproduksi stik sukun dalam kemasan premium. Namanya Stik Sukun MakPingah dari Jajanan Mamake. Pemiliknya adalah pasutri bernama Jojo Paijo dan Khania. Alamat rumah produksi mereka ada  di kawasan Kebon Sayur, Cilacap Selatan, Cilacap.

Stik Sukun MakPingah ini pernah tampil di acara Juragan Jaman Now season 2, yang tayang di  Metro TV bulan Agustus 2023. Selain itu merk Jajanan Mamake  juga menerima penghargaan sebagai salah satu UMKM Terbaik tingkat Nasional dari ASTRA UMKM BISA, akhir Maret lalu.

Jadi kalau kebetulan kalian sedang jalan-jalan di minimarket dan menemukan produk ini, jangan ragu membelinya, ya.  Kalian tidak bakal menyesal oleh rasa dan pengemasannya.

 

Itu dia 3 kuliner khas Cilacap yang jarang diketahui netizen, Sob. Semoga informasinya bermanfaat buat nambah referensi kalian, ya. Selamat jalan-jalan ke Cilacap.

Rabu, 22 Mei 2024

Xin-xin dari SMP Pius Cilacap, Peraih Juara 2 Kompetisi “Chinese Bridge” 2024 se-Jateng

Lam Jean Xin
Lam Jean Xin memegang piagam dan piala Juara 2 Kompetisi Chinese Bridge 2024 (Foto: Thomas Sutasman) 

Oleh: Gita FU

Cilacap, kopidarigita.com— SMP Pius Cilacap kembali mengantarkan siswanya meraih prestasi gemilang. Kali ini kabar gembira tersebut datang dari Lam Jean Xin, siswi kelas 9B. Remaja cantik ini telah meraih juara kedua dalam Kompetisi Jembatan Baahasa dan Budaya Mandarin “Chinese Bridge” (Han Yu Qiao) 2024 se-Jawa Tengah, yang diselenggarakan di Sekolah 3 Bahasa Putera Harapan/Puhua School Purwokerto, Banyumas  pada Sabtu (18/5/2024) lalu.

Sebagai informasi, nih, Sobat, kompetisi “Chinese Bridge” pertama kali diadakan pada tahun 2002. Sejak itu kompetisi tersebut telah menjadi acara tahunan yang diselenggarakan di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Chinese Bridge dipandang penting sebab di masa depan bahasa Mandarin sangat dibutuhkan sebagai komponen life-skill. Maka semakin banyak generasi muda Indonesia mempelajari bahasa Mandarin, akan semakin baik hasilnya.

Dalam kompetisi ini para peserta  tidak hanya mengadu kemampuan bicara atau pidato dalam bahasa Mandarin, namun  juga harus unjuk kebolehan di bidang seni budaya Tiongkok. Ada tiga liga yang berlomba yakni antar SD, kelompok SMP-SMA, dan mahasiswa.  

 

Bahasa Mandarin Sebagai Habit

Ada hal yang menarik, Sobat. Saat sesi wawancara aku baru tahu bahwa Xin-xin menguasai bahasa Mandarin sejak SD. Lebih tepatnya, SD tempat Xin-xin bersekolah dahulu menerapkan Mandarin sebagai bahasa pengantar utama, lalu diikuti oleh bahasa Inggris. Di manakah SD tersebut? Ternyata di Malaysia.

Fakta  di atas menguak fakta berikutnya. Rupanya Xin-xin adalah murid pindahan dari Malaysia. Dia dan 2 orang adiknya mengikuti sang ibu yang kembali ke Cilacap, Jawa Tengah. Sedangkan kakak Xin-xin masih di Malaysia bersama sang ayah yang merupakan warga asli sana.

Ketika Xin-xin baru pindah, dia mengalami kendala di bahasa daerah, tepatnya bahasa Jawa. Bersyukur pihak guru amat membantu proses adaptasi Xin-xin. Bahkan kini remaja berambut panjang ini mampu menorehkan prestasi yang mengharumkan nama sekolah.

Antonius Heri Wibawa, Waka bidang Kurikulum yang mendampingi Xin-xin, mengakui proses kepindahan sekolah antar negara  lumayan  panjang birokrasinya.  Apalagi hal tersebut adalah pengalaman pertama bagi pihak Yayasan yang menaungi SD dan SMP Pius Cilacap.

Sementara Vinsensius Prita Iswandaru, Waka bidang Kesiswaan mengatakan bahwa pihak sekolah amat mengapresiasi dan berterima kasih atas prestasi yang telah diraih oleh para siswa. Sebab mereka telah ikut mengangkat nama sekolah.  

Selanjutnya dia membeberkan bahwa  kemenangan Xin-xin semakin memantapkan rencana kerja SMP Pius Cilacap di masa mendatang.

“Seperti yang  di Raker dengan pihak Yayasan kemarin, karena sudah ada yang mengikuti Mandarin maka akan ada ekstrakurikuler bahasa Mandarin. Kemudian yang kedua dengan banyaknya kejuaraan dan prestasi-prestasi ini maka akan semakin memotivasi  para siswa. Karena reward dari sekolah biasanya kami berikan di waktu upacara sehingga ditonton oleh seluruh siswa,” tutupnya.

Sebagai penutup artikel ini ada pesan dari Xin-xin untuk kalian, nih.

“Teman-teman yang ingin belajar bahasa Mandarin berusahalah lebih tekun, jangan cepat menyerah. Memang awalnya sulit, tapi kalau sudah bisa bahasa Mandarin itu bagus.”

 

Baca juga: Pudya, Si Juara Olimpiade Sains yang Senang Menyanyi Pop

 

Senin, 20 Mei 2024

Ngopi, Mengobrol dan Olah Pikiran Bareng PWMOI Cilacap



PWMOI Cilacap
PWMOI Cilacap (Foto: Tegar)

Oleh: Gita FU

Cilacap, kopidarigita.com--Sobat, kabar menarik kembali hadir dari PWMOI Cilacap, nih. Sebagai sebuah perkumpulan bagi para wartawan media online, organisasi ini kembali menggelar silaturahmi bagi anggotanya, pada hari Senin (20/5/2024) siang, di RM. Lombok Ijo 3, Jalan Rawa Bendungan, Cilacap. 

Puluhan jurnalis tersebut saling mengobrol dan olah pikiran, alias ngopi, dalam suasana akrab. Sesekali canda tawa terdengar di sela percakapan. Mereka saling bertukar saran, ide, dan gagasan demi kemajuan PWMOI Cilacap. 

Salah satu wartawan senior, Edi Eriza, menegaskan pendapatnya tentang peranan dan posisi jurnalis media online yang profesional, sesuai tugas dan fungsinya. 

"Dengan anggota yang solid diharapkan PWMOI nantinya dapat bermitra baik dengan Pemerintah, serta memberi kontribusi nyata dalam mengawal program pembangunan," kata Edi Eriza.

Pernyataan Edi Eriza diamini oleh pengurus PWMOI Cilacap Sugeng Suswanto, atau akrab disapa  Bang Gondrong. 


Ngopi bareng. Foto: Sugeng S. 

 

Dia mengajak dan berpesan kepada seluruh anggota PWMOI untuk selalu kompak dan terus meningkatkan kapasitas di lapangan saat bertugas.

"Jurnalis adalah bagian dari pilar demokrasi. Kita dituntut menjadi jurnalis profesional, dan eksis dalam berkarya.  Karena itu PWMOI mengajak kepada seluruh anggota untuk terus meningkatkan kapasitasnya sebagai jurnalis yang matang," tandasnya. 

Anggota PWMOI Cilacap sendiri berasal dari Cilacap bagian barat (Dayeuh Luhur, Majenang, Sidareja, Cipari), wilayah Kota, dan bagian timur (Sampang). 

Baca juga: PWMOI Cilacap Jalin Keakraban dengan Ketua DPRD di Sidareja