Cari Blog Ini

Senin, 20 Mei 2024

Ngopi, Mengobrol dan Olah Pikiran Bareng PWMOI Cilacap



PWMOI Cilacap
PWMOI Cilacap (Foto: Tegar)

Oleh: Gita FU

Cilacap, kopidarigita.com--Sobat, kabar menarik kembali hadir dari PWMOI Cilacap, nih. Sebagai sebuah perkumpulan bagi para wartawan media online, organisasi ini kembali menggelar silaturahmi bagi anggotanya, pada hari Senin (20/5/2024) siang, di RM. Lombok Ijo 3, Jalan Rawa Bendungan, Cilacap. 

Puluhan jurnalis tersebut saling mengobrol dan olah pikiran, alias ngopi, dalam suasana akrab. Sesekali canda tawa terdengar di sela percakapan. Mereka saling bertukar saran, ide, dan gagasan demi kemajuan PWMOI Cilacap. 

Salah satu wartawan senior, Edi Eriza, menegaskan pendapatnya tentang peranan dan posisi jurnalis media online yang profesional, sesuai tugas dan fungsinya. 

"Dengan anggota yang solid diharapkan PWMOI nantinya dapat bermitra baik dengan Pemerintah, serta memberi kontribusi nyata dalam mengawal program pembangunan," kata Edi Eriza.

Pernyataan Edi Eriza diamini oleh pengurus PWMOI Cilacap Sugeng Suswanto, atau akrab disapa  Bang Gondrong. 


Ngopi bareng. Foto: Sugeng S. 

 

Dia mengajak dan berpesan kepada seluruh anggota PWMOI untuk selalu kompak dan terus meningkatkan kapasitas di lapangan saat bertugas.

"Jurnalis adalah bagian dari pilar demokrasi. Kita dituntut menjadi jurnalis profesional, dan eksis dalam berkarya.  Karena itu PWMOI mengajak kepada seluruh anggota untuk terus meningkatkan kapasitasnya sebagai jurnalis yang matang," tandasnya. 

Anggota PWMOI Cilacap sendiri berasal dari Cilacap bagian barat (Dayeuh Luhur, Majenang, Sidareja, Cipari), wilayah Kota, dan bagian timur (Sampang). 

Baca juga: PWMOI Cilacap Jalin Keakraban dengan Ketua DPRD di Sidareja 

4 Tahun Warung Makan Barokah, Terus Tebar Virus Sedekah

Warung Makan Barokah
Banner Warung Makan Barokah. Dokpri: GFU


Oleh: Gita FU

CILACAP, kopidarigita.com – Sobat, di jalan MT Haryono, Cilacap, Jawa Tengah, tepatnya di seberang jalan Nuri Barat, ada sebuah warung makan yang unik. Namanya Warung Sedekah Barokah. Siapa saja boleh makan dan minum dengan model prasmanan tanpa dipungut bayaran, alias gratis.

Menurut  Ibu Yetty Asofie, salah satu pengelola warung makan ini,  ada alasan filosofis di balik konsep Warung Makan Barokah tersebut.

“Karena untuk sedekah tidak harus menunggu kaya,”  tegas beliau pada saya, beberapa waktu lalu.

Hmm, benar juga, ya, Sobat? Tertarik ingin mengetahui lebih lanjut tentang warung ini? Yuk, simak terus artikelku.

 

Berawal dari Pandemi

Sejarah Warung Makan Barokah ternyata fantastik, Sobat. Kalian ingat bukan, kondisi perekonomian kita di saat pandemi kopidnentin dulu?  Banyak usaha gulung  tikar, pengangguran makin banyak,  ruang gerak dibatasi. Padahal urusan perut tak bisa di kesampingkan. 

Hal tersebut memantik keprihatinan Bu Yetty,  Bu Evi, Bu Liko, Bu Luki, Bu Emi, dan Bu Parsiah—enam sahabat.

“Kami melihat dampak pandemi ini pada banyak orang kalangan bawah. Kalau pegawai-pegawai itu disuruh ‘work from home’ ya bisa. Mereka tetep dapat gaji, masih bisa belanja. Tapi bagaimana dengan mereka yang harus keluar rumah tiap hari buat cari makan? Apalagi ada anjuran di rumah saja.  Ojek-ojek online itu. Pemasukan mereka berkurang banyak. Pemulung-pemulung juga, waktu itu ya mau mulung apa?” terawang Bu Yetty.

Dari situ terbetik ide untuk menyediakan  makan secara gratis  bagi  orang-orang, yang tidak terbatas di hari Jumat saja. Sebab makan adalah kebutuhan setiap hari.

“Saat diucapkan rasanya mustahil. Uangnya dari mana? Tapi lalu saya nyeletuk, dananya dari Allah saja. Dari situ kami mulai survei. Ketemu sebuah warung di Sidareja yang hampir mirip. Tapi konsepnya makan sepuasnya bayar seikhlasnya. Kami nggak ingin seperti itu. Bukankah ada hadis nabi yang menyuruh kita berhenti makan sebelum kenyang? Kalau sepuasnya kan berarti sampai mlukek (muntah),” imbuhnya.


Sebuah keluarga makan di WM Barokah. Dokpri: GFU


Kemudian diputuskanlah  konsep usaha mereka adalah: makan secukupnya tapi harus dihabiskan, tidak usah bayar. Dengan konsep ini mereka berharap orang-orang yang makan punya rasa tanggung jawab  terhadap makanan.

Bu Yetty menuturkan, tempat yang pertama kali mereka pilih berlokasi di Jalan S. Parman,  depan Laboratorium Prodia, Cilacap. Tepat di tanggal 4 Desember 2020 Warung Makan  Barokah dibuka untuk umum.

“Kami sewa tempat  patungan. Dan kenapa kami pilih di S. Parman meskipun mahal? Karena itu jalan utama.  Kami mau warung ini dapat nama dulu. Sopir-sopir angkot yang lewat bisa lihat. Tukang ojek bisa lihat dan mampir. Lalu mereka bisa ajak teman-teman mereka untuk makan.  Sesuai harapan, warung kami saat itu dikenal bahkan hingga ke luar kota,” urai Bu Yetty.

Selain untuk sewa tempat, Bu Yetty juga membeberkan bahwa di tiga bulan pertama mereka  masih patungan untuk belanja bahan baku makanan. Sebab mulai bulan keempat pengunjung warung sudah semakin banyak, berbanding lurus dengan jumlah orang yang menitipkan sedekahnya.  

Kontrak tempat di Jalan S. Parman berakhir pada Desember 2021. Kemudian para pengurus memutuskan pindah, dan menyewa tempat di  Jalan MT Haryono awal tahun 2022 hingga sekarang.


baca juga: Lotek Bu Lastri, Simbol Keuletan Mengubah Nasib


Warung Makan Barokah Kini dan Nanti

Tak terasa usia Warung Makan Barokah  telah memasuki tahun keempat. Sesuai tujuan semula, warung ini  didirikan untuk  melayani kebutuhan makan di tempat bagi masyarakat umum, tanpa dipungut biaya. Namun masyarakat bisa ikut berpartisipasi dalam bentuk donasi, baik uang tunai maupun  sembako. Pengelola nantinya  akan mengolah donasi tadi  menjadi bentuk masakan siap santap bagi pengunjung warung, serta biaya operasional lain (misal upah tukang masak, bayar tagihan listrik dan air).

Setiap hari  Senin-Sabtu, warung buka sejak pukul 8 pagi-2 siang. Terkecuali di hari Minggu dan hari libur nasional. Nyaris setiap hari pengelola memasak 10 kg beras, dengan variasi menu sayur-mayur,  dan lauk pauk yang lezat bergizi. 

Bu Yetty punya harapan besar terkait masa depan usaha filantropi ini.

 “Ya mudah-mudahan ke depannya Allah ijabah doa sehingga kami bisa punya tempat sendiri. Atau mungkin Allah datangkan sedekah entah dari siapa yang mau menyediakan tempat secara cuma-cuma buat kami. Kita tidak pernah tahu, kan?”

Dia pun berharap  orang-orang mengubah ‘mindset’.  Selama ini mungkin orang berpendapat sedekah harus menunggu kaya. Kapan kayanya baru mau sedekah? Padahal  sedekah tidak harus dengan duit. Sedekah bisa dengan apa saja yang kita miliki. Berapa pun kemampuan kita asal niatnya ikhlas,  sedekah itu nanti bisa jadi  amal jariyah kita.


Sobat tertarik berkunjung untuk mencicipi masakan di sini, atau turut bersedekah? Datang saja, ya. Semoga menginspirasi. See you next article.

Jumat, 10 Mei 2024

Pudya, Si Juara Olimpiade Sains yang Senang Menyanyi Pop


Pudya peraih medali emas NMMO
Pudya Sang Juara Olimpiade Sains Tk. Nasional. Foto: Thomas Sutasman

Oleh: Gita FU 

Cilacap, kopidarigita.com—Kabar gembira datang dari Ignasius Loyola Anthonio Pudya, atau akrab disapa Pudya. Remaja yang merupakan  siswa SMP Pius Cilacap kelas IX ini, berhasil menyabet medali emas pada Olimpiade Sains tingkat Nasional. Ada dua olimpiade yang ia ikuti, pertama  Nusantara Brilliant Minds Olympiad (NMMO) bidang Bahasa Indonesia, dan kedua adalah National Best Student Competition (NBSC) bidang PKn.

Tentu saja prestasinya ini  membawa harum nama sekolah dan Kabupaten Cilacap, ya, Sobat.

Saya berkesempatan menyambangi rumah orang tua Pudya, untuk berbincang-bincang dengan remaja ini terkait prestasinya, pada Kamis (9/5/2024) sore. Kebetulan Pudya dan kedua orang tuanya belum lama pulang dari gereja setempat untuk beribadah. Dengan raut sedikit tersipu, Pudya menyatakan rasa senang atas keberhasilannya.

Hal yang menarik adalah, ternyata keinginan mengikuti Olimpiade Sains tingkat Nasional tersebut  murni keinginan Pudya sendiri, loh!  

"Pas lagi scrol di IG lihat pengumuman kompetisi ini. Ya udah, saya langsung memutuskan daftar," tuturnya lugas.

Olimpiade NMMO dan NBSC berlangsung secara online di bulan Januari dan April 2024. Selama kompetisi berlangsung Pudya mempersiapkan diri dengan cara banyak membaca buku kumpulan soal SMP.

"Soal-soalnya ‘kan materi dari kelas VII sampai IX, ada bukunya. Tinggal saya baca saja," akunya.

Ketika ditanya apa motivasinya mengikuti olimpiade, Pudya menjelaskan sebagai salah satu sarana persiapan ujian sekolah.

“Sebentar lagi saya ujian kelulusan, maka saya harus banyak berlatih soal-soal. Salah satunya  dengan mengikuti olimpiade,” katanya.  

Adapun pengumuman kemenangan dilakukan oleh panitia penyelenggara melalui grup WA khusus peserta, serta akun media sosial panitia. Jumlah  pesertanya sendiri mencapai  ribuan dari seluruh Indonesia.

Baca juga: Xin-xin dari SMP Pius Cilacap, Peraih Juara 2 "Chinese Bridge" 2024 se-Jateng

Tips Belajar Ala Pudya

 

Lukisan Pudya saat kelas 4 SD di antara foto keluarga. Fotp: Dok.pri/GFU

Di ruang tamu keluarga Pudya ini saya melihat jajaran buku tebal yang ditata secara estetik di rak kayu. Kebanyakan merupakan koleksi Thomas Sutasman, ayah Pudya. Di dinding tergantung sejumlah foto keluarga, dan (ini yang menarik perhatian) lukisan di atas kanvas dengan media crayon.
 
Dua lukisan tersebut sama-sama karya Pudya yang dibuat saat ia kelas 4 dan 5 SD. Lukisan yang dibuat sewaktu ia kelas 4 bahkan merupakan juara pertama tingkat Kabupaten Cilacap.

lukisan Batik Carnival Cilacap
Lukisan karya Pudya saat kelas 5 SD. Foto: dok.pri/GFU

Pudya ternyata berbakat seni, Sobat!

Fakta menarik lainnya adalah, remaja ini senang menyanyi lagu pop. Bakatnya di bidang tarik suara sudah dibuktikan pula lewat deretan piala  Lomba Menyanyi di sejumlah event.  Benar-benar remaja berprestasi. Salut saya untukmu, Pudya.

Nah, tentunya menarik, dong, mengulik kebiasaan dan tips belajar ala Pudya. Berikut ini saya rangkumkan:

  1.  Jam belajar Pudya dibagi dua sesi, pagi dan malam. Pagi dimulai sejak sekira pukul 03.30-04.30. Lalu jam 5 ia terbiasa mandi, kemudian berangkat ke sekolah jam 6 bersama sang ayah. Sedangkan jam belajar malam kurang lebih dimulai pukul 7 hingga 10.
  2.  Pudya jarang bermain ponsel, selain untuk keperluan mendengarkan musik. Sebab ia terbiasa belajar dengan iringan musik.
  3.  Remaja ini benar-benar memanfaatkan waktu seefektif mungkin. Itu sebabnya Pudya jarang nongkrong di luar kegiatan sekolah. Selebihnya ia adalah anak rumahan.

 Dukungan Penuh dari Orang Tua

 

piala Pudya
Deretan Piala Miik Pudya. Foto: dok.pri/GFU

Kedua orang tua Pudya adalah guru. Sehingga tak heran mereka menaruh perhatian khusus terhadap masalah pendidikan. Thomas Sutasman sendiri adalah Kepala SMP Pius Cilacap, tempat Pudya menimba ilmu. Tak afdol jika tidak meminta komentar beliau.

"Sebagai Kepala Sekolah saya merasa senang karena ada siswanya yang berprestasi. Semoga dengan prestasi itu mampu mengangkat  semangat dan memberi spirit bagi adik-adik kelasnya," tegas Thomas.

"Sebagai orang tua saya merasa senang dan bangga atas prestasi yang diraih anak saya," imbuhnya.

Thomas juga membeberkan bahwa selama ini  sekolah yang ia pimpin amat suportif terhadap prestasi para siswa, apapun bidang yang dicapai oleh mereka. Sebab caranya memandang prestasi seorang siswa tidak terbatas hanya pada masalah peringkat, namun lebih luas lagi.

“Misalkan ada siswa yang mampu berkelakuan baik, atau berhasil mengikuti lomba cerpen, itu tetap kami hargai sebagai prestasi. Ada karya yang melalui proses panjang, itu pantas untuk dihargai,” terangnya lebih lanjut.

Untuk itu di setiap momen Hardiknas, atau Hari Guru, SMP Pius Cilacap selalu memberikan piagam penghargaan pada para siswa berprestasi. Selain itu, prestasi-prestasi siswa tersebut akan diperhitungkan sebagai tambahan poin pada Asesmen Sumatif Akhir Jenjang (ASAJ).

Tak lupa Thomas berpesan kepada siswa-siswi SMP Pius Cilacap agar tidak berkecil hati. 

"Banyak peluang meraih prestasi, tidak hanya di bidang eksak saja. Masih banyak bidang lainnya, " himbaunya. 

Demikianlah, Sobat, semoga menginspirasi, ya. Saya akan tutup artikel ini dengan pesan dari Pudya:

“Tetap semangat mencapai mimpi. Karena setiap kita pasti punya mimpi.”